Proyeksi arus kas adalah elemen yang sangat krusial dan harus dipahami dengan cermat oleh setiap pengusaha.
Arus kas digunakan untuk mengevaluasi kelancaran operasional bisnis. Laporan arus kas sendiri merupakan rincian yang menunjukkan pemasukan dan pengeluaran dalam periode tertentu.
Perlu diketahui bahwa ada perbedaan antara arus kas untuk keuangan bisnis dan keuangan keluarga.
Dalam keuangan keluarga, arus kas umumnya mengacu pada cash basis, sementara dalam keuangan bisnis, arus kas bisa menggunakan cash basis maupun accrual basis.
Laporan arus kas biasanya mencakup jumlah kas yang diterima, seperti investasi tunai dan pendapatan tunai, serta jumlah kas yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Untuk itu, memahami proyeksi arus kas adalah langkah penting untuk merencanakan keuangan dan menjaga kelangsungan usaha. Berikut ini ulasan selengkapnya.
Proyeksi Arus Kas adalah
Proyeksi arus kas adalah perkiraan mengenai aliran uang yang diharapkan masuk dan keluar dari bisnis, mencakup seluruh pendapatan dan pengeluaran selama periode tertentu.
Meskipun umumnya proyeksi ini dibuat untuk periode 12 bulan, kamu bisa menyesuaikan durasinya sesuai kebutuhan, seperti sebulan atau bahkan seminggu, tergantung pada keuangan yang ingin dianalisis.
Bagi pemilik usaha kecil, proyeksi arus kas memberikan gambaran yang jelas tentang arah bisnis dan memungkinkan untuk melakukan perbaikan selama proses berjalan.
Proyeksi ini juga penting dalam manajemen kas yang baik, memberikan kesempatan untuk merencanakan lebih awal, seperti memprediksi surplus atau kekurangan kas. Dengan data tersebut, kamu bisa membuat keputusan strategis yang lebih matang.
Bisnis biasanya memantau arus kas setiap bulan, mencatat arus masuk dan keluar uang tunai sejak penjualan atau penerimaan tagihan pertama. Laporan arus kas ini memberikan informasi penting, seperti:
- Kas dari aktivitas operasi yang dapat dibandingkan dengan laba bersih untuk menentukan kualitas laba.
- Bagi investor, laporan ini menunjukkan arus kas masuk dan keluar, memberikan gambaran umum tentang kinerja perusahaan.
- Jika perusahaan menutupi kerugian atau membiayai investasi dengan pengumpulan dana (utang atau ekuitas), laporan arus kas akan mencerminkan hal tersebut.
Tujuan dan Manfaat Proyeksi Arus Kas
Tujuan dari laporan arus kas adalah untuk memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas selama suatu periode akuntansi. Laporan ini tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tetapi juga bagi investor, kreditor, dan pihak lainnya.
Dengan adanya laporan proyeksi arus kas, kamu bisa menilai beberapa hal penting berikut ini:
1. Kemampuan entitas dalam memperoleh arus kas
Tujuan utama dari laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang memungkinkan prediksi tentang jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas di masa depan.
Dengan memeriksa hubungan antara pos-pos seperti penjualan dan arus kas bersih dari kegiatan operasi, serta perubahan kas, kamu bisa membuat prediksi yang lebih akurat mengenai arus kas di masa depan dibandingkan dengan menggunakan data dasar akrual.
2. Transaksi investasi dan pendanaan kas
Melalui pemeriksaan kegiatan investasi dan pembiayaan perusahaan, seperti pembelian dan penjualan aset selain produk, serta peminjaman dan pelunasan pinjaman, kamu bisa memahami dengan lebih jelas alasan di balik perubahan aset dan kewajiban perusahaan selama periode tersebut.
3. Kemampuan entitas untuk membayar dividen dan kewajiban
Kas adalah unsur yang sangat penting dalam operasional perusahaan. Tanpa kas yang cukup, perusahaan tidak dapat membayar gaji karyawan, melunasi utang, membayar dividen, atau membeli peralatan.
Laporan arus kas memberikan gambaran tentang bagaimana kas digunakan dan dari mana kas itu berasal, yang sangat relevan bagi karyawan, kreditor, pemegang saham, dan pelanggan.
4. Keterangan atas perbedaan antara angka laba bersih dan kas bersih
Laba bersih memberikan gambaran tentang keberhasilan atau kegagalan perusahaan dari periode ke periode. Namun, kritik sering dilontarkan terhadap laba bersih yang dihitung berdasarkan akrual karena estimasi yang terlibat.
Sebaliknya, arus kas lebih dapat diandalkan. Oleh karena itu, pembaca laporan keuangan akan mendapatkan manfaat dengan memahami perbedaan antara laba bersih dan arus kas bersih dari kegiatan operasi, serta menilai reliabilitas angka laba tersebut.
Komponen Arus Kas
Laporan arus kas umumnya terdiri dari tiga komponen utama, yang masing-masing mencakup transaksi berbeda dalam operasional perusahaan. Berikut adalah beberapa contoh komponen yang ada di dalamnya:
1. Arus kas dari kegiatan operasi
Arus kas dari kegiatan operasi merujuk pada aliran kas yang dihasilkan dari transaksi yang berkaitan langsung dengan aktivitas utama perusahaan.
Transaksi ini umumnya berupa pemasukan atau pengeluaran yang terjadi dalam proses operasional sehari-hari. Contoh arus kas dari kegiatan operasi meliputi penerimaan uang dari pelanggan, pembayaran utang, gaji karyawan, serta pelunasan pajak.
2. Arus kas dari kegiatan investasi
Arus kas dari kegiatan investasi adalah aliran kas yang terkait dengan transaksi pembelian atau penjualan aset non-lancar perusahaan.
Aktivitas ini mencakup pembelian dan penjualan aset tetap seperti peralatan, gedung, atau investasi lainnya yang berpengaruh terhadap posisi keuangan jangka panjang perusahaan.
3. Arus kas dari kegiatan pendanaan
Arus kas dari kegiatan pendanaan berhubungan dengan transaksi yang mempengaruhi utang dan ekuitas perusahaan. Transaksi ini biasanya melibatkan penerbitan atau penghentian surat berharga, baik itu ekuitas maupun utang.
Contoh arus kas dari kegiatan pendanaan termasuk penjualan obligasi, pembayaran dividen, penerbitan saham, dan pelunasan kredit dari bank.
Cara Menghitung Proyeksi Arus Kas
Dalam menyusun laporan arus kas, langkah pertama adalah mengidentifikasi berbagai sumber dana yang masuk ke dalam kas bisnis, termasuk jumlah dana yang diterima dalam periode tertentu, hasil penjualan tunai, penjualan kredit yang menjadi piutang, hasil penjualan aset tetap, serta penerimaan lainnya.
Ada dua cara yang dapat digunakan untuk menghitung arus kas. Cara pertama adalah dengan rumus Kas Masuk Bersih = Earning After Tax (EAT) + Penyusutan.
Earning After Tax (EAT) adalah laba bersih setelah pajak yang dihitung dalam periode tertentu, yang diperoleh dari total pendapatan dikurangi biaya dan pajak.
Rumus ini umumnya digunakan untuk bisnis yang dibiayai dengan modal sendiri tanpa melibatkan pinjaman atau utang. Penyusutan dimasukkan dalam perhitungan karena meskipun itu adalah biaya, penyusutan tidak melibatkan pengeluaran tunai.
Cara kedua adalah dengan menggunakan rumus Kas Masuk Bersih = Earning After Tax (EAT) + Penyusutan + Bunga (1-tax).
Rumus ini lebih cocok untuk bisnis yang dibiayai melalui pinjaman dari pihak lain. Dalam hal ini, bunga pinjaman juga diperhitungkan setelah dikurangi pajak.
Setelah menghitung arus kas, langkah berikutnya adalah menentukan jumlah kas yang dibutuhkan, menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran, serta memperkirakan kebutuhan dana dari pinjaman untuk menutupi defisit kas.
Langkah terakhir adalah menyusun kembali seluruh penerimaan dan pengeluaran setelah transaksi finansial dan menyusun anggaran kas yang final.
Cara Membuat dan Contoh Proyeksi Arus Kas
Cara membuat proyeksi arus kas dapat dilakukan dengan mengacu pada dua sumber data utama, yaitu neraca periode berjalan dan periode sebelumnya, serta laporan laba rugi untuk periode ini.
Proyeksi arus kas ini dapat disajikan dengan dua metode, yaitu direct method (metode langsung) dan indirect method (metode tidak langsung).
Perbedaan antara kedua metode ini terletak pada cara penyajian data yang berasal dari aktivitas operasi.
Pada metode langsung, kegiatan operasional dikelompokkan ke dalam berbagai kategori dan dipisahkan menjadi dua jenis arus kas, yakni arus kas masuk dan arus kas keluar.
Sedangkan pada metode tidak langsung, arus kas dari aktivitas operasi dihitung dengan mengoreksi laba bersih yang tercatat dalam laporan laba rugi.
Dengan demikian, metode tidak langsung lebih bergantung pada data yang sudah ada di neraca dan laporan laba rugi.
Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang cara membuat proyeksi arus kas menggunakan metode tidak langsung:
1. Metode Tidak Langsung (Indirect Method)
Dalam metode ini, laporan arus kas disusun dengan tiga elemen utama:
- Pertama, mencatat kas dari kegiatan usaha yang ditempatkan di bagian atas laporan.
- Selanjutnya, mencatat arus kas yang berasal dari kegiatan investasi dan pendanaan.
Untuk menyusun laporan kas, dua sumber data yang diperlukan adalah: